Sabtu sore ini saya berkesempatan untuk mengikuti misa Minggu Palma di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Stasi Banjaran, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Gereja mungil ini letaknya tidak jauh dari hiruk pikuk kawasan sentra bisnis Banjaran, gedung gerejanya sebenarnya terletak di dekat jalan raya yang menghubungkan Tegal dengan Purwokerto, tetapi bagian depan bangunan gereja ini tertutup oleh lapak dan kios Pasar Banjaran, jadi tidak terlihat bangunannya dari jalan raya.

Terletak di Jalan Raya Adiwerna Utara, desa Tembok Banjaran, kecamatan Adiwerna, Kab. Tegal, atau patokannya pertigaan patung Teh Botol Banjaran ke arah utara sebelum traffic light ada akses masuk gereja disebelah kiri jalan.
Stasi Banjaran merupakan sebuah stasi dari Paroki Hati Kudus Yesus, Tegal, Keuskupan Purwokerto. Sekitar lebih dari setengah umat di stasi ini etnis Tionghoa.
…
Yerusalem, Yerusalem, lihatlah Rajamu
Hosanna, terpujilah, Kristus MahaJaya,
…(Madah Bakti no.395).
Sabtu sore 09 April 2022, saya menyempatkan diri menjadi ‘umat tamu’ (saya bukan umat dari Stasi disini) numpang mengikuti Misa Minggu Palma di Gereja Stasi Banjaran. Misa dimulai pukul 18:00, saya sampai di gereja agak terlambat beberapa menit (sekitar 5 menitan) jadi begitu saya datang prosesi perarakan Daun Palma sudah dan sedang dimulai.
Saya juga kebetulan tidak membawa daun palma karena sebelumnya tidak mempersiapkannya, sedianya saya akan misa Minggu Palmanya di gereja Paroki Tegal pada hari Minggu paginya (keesokan harinya). Nah berhubung sore itu saya masih ‘nguli’ bawa mobil tronton dan kebetulan melintas di sekitaran Banjaran, saya kepikiran mumpung sudah mandi sebelumnya maka tidak ada salahnya untuk ikut misa Sabtu sore di Stasi Banjaran ini saja, eh ternyata saya lupa kalau Sabtu sore sebelum Minggu Palma itu sudah masuk liturgi Minggu Palma, jadi ya saya tidak jadi misa Minggu Palma di Tegal untuk esok harinya tapi misa Minggu Palma di Stasi Banjaran saja sekalian hehehe.
Seperti pada kebanyakan gereja Katolik, disini juga disediakan daun palma untuk umat yang tidak membawa daun palma dari rumah, saya ambil 2 helai daun palma di meja depan pintu masuk gereja.
Saat saya mulai memasuki halaman gereja (depan pintu masuk) perarakan Daun Palma sedang berlangsung, suasananya sederhana namun khidmat, agung dan meriah. Romo (Pastor) memimpin perarakan ini dan dibantu beberapa Misdinar yang mengiringi, Pemazmur, Lektor dan seorang Prodiakon. Iring-iringan perarakan Daun Palma perlahan berjalan menuju Altar dan disambut oleh umat yang ‘mengibarkan’ daun palma, sembari menuju Altar imam seraya memerciki umat dengan air suci yang telah diberkati sebelumnya.

Misa Minggu Palma kali ini di Stasi Banjaran di pimpin oleh Kepala Pastor Paroki Tegal, Romo Ag. Dwiyantoro, Pr.
Selama masa pandemi, umat diwajibkan mematuhi protokol kesehatan (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak).
Tambahan :
Halaman gereja Stasi Banjaran cukup untuk menampung sekitar 30-40an sepeda motor, namun di sekitar gereja terdapat lahan untuk parkir mobil dan bahkan truk colt diesel bisa parkir disini. Di sekitar gereja nampaknya dijadikan sebagai tempat parkir beberapa truk kecil yang kemungkinan dimiliki oleh juragan/perusahaan di Banjaran.
Leave a Reply