Adakah perkumpulan atau komunitas Railfans di Tegal? Jawabannya, ada.
Railfans merupakan orang-orang yang mempunyai kegemaran akan kereta api.
Railfan merupakan sebuah hobi, jadi akan ada orang-orang lain juga yang sama-sama berhobi sama yang memungkinkan untuk tumbuh berkembang bersama dalam suatu himpunan perkumpulan atau komunitas. Baik itu komunitas yang sifatnya berbasis kedaerahan (lokal) maupun yang skala besar atau nasional, atau bahkan internasional.
Aku termasuk salah satu tipikal Railfans independent, railfans mandiri, railfans personal.
Sudah sedari dini aku nampaknya sudah mulai mendarah daging akan kereta api, sejak aku masih kecil aku sudah senang akan kereta api, mulai dari lokomotif, kereta/gerbong, bangunan stasiun (terutama bangunan lama yang khas dengan kereta api) sampai kepada rel dan jembatan kereta api. Ayahku sejak aku kecil sudah perlahan-lahan memperkenalkan kepadaku dengan kereta-api. Berawal dari kegiatan ‘momong bocah’ yang dilakukan ayahku di sekitar stasiun hingga akhirnya aku benar-benar menyukai hal-hal tentang perkeretaapian.
Hobi kereta api ini masih terbawa hingga dewasa, dan ternyata diluaran sana juga ada (banyak) orang-orang yang sama seperti saya, senang dan hobi dengan kereta api. Melihat kereta apu sudah senang bukan main, jangankan kereta api, melihat relnya saja sudah antusias.
Kegiatan berhobi kereta api (railfanning) antara lain ; melakukan perjalanan menggunakan (naik) kereta api, mengkoleksi tiket dan benda-benda khas kereta api, mempelajari berbagai persinyalan (semboyan) pada kereta api, hunting foto dan video di seputar objek perkeretaapian (kereta api, stasiun, depo lokomotif, rel, jembatan, dan bangunan hikmat -bangunan pendukung- kereta api).
Tahun demi tahun berlalu, seiring dengan perkembangan teknologi internet yang begitu pesat di tahun 2008 aku mulai serius menggali informasi tentang perkeretaapian melalui media internet. Mulai aktif di Facebook di tahun 2009 hingga bergabung di beberapa komunitas online para Railfans (penggemar kereta api).
Diantara kegiatan aktivitas yang paling ‘mudah’ dilakukan sebagai Railfan adalah menjadi Railfan photografi, ini bisa dilakulan dengan kamera apa saja (SLR, DSLR, pocket kamera digital dan kamera lainnya, termsuk kamera ponsel) asalkan mendukung untuk pengambilan gambar dengan resolusi bagus. HP jaman sekarang juga kualitas gambarnya sudah banyak yang bagus, peggunaan kamera ponsel untuk membidik objek cukup praktis, tentu untuk jenis kamera-kamera ‘profesional’ akan lebih mempunyai daya tarik kekhasan tersendiri.
Sebelum tahun 2009, banyak tempat-tempat objek perkeretaapian yang bebas untuk diambil gambarnya tanpa melalui perizinan yamg rumit, namun di era sekarang pengambilan gambar untuk tempat-tempat objek vital perkeretaapian tertentu dilarang untuk mengambil gambar secara bebas tanpa adanya prosedur perizinan resmi/tertulis.
Sebenarnya geliat dunia railfanning di dunia maya sudah ada sekitar tahun 2000an, tahun 2002 keatas mulai popoler mailing list (semacam media diskusi di internet) di Yahoo. Hanya saja kala itu internet masih menjadi barang langka, masih kurang dikenal luas masyarakat Indonesia dan hanya terbatas dikalangan yang melek teknologi saja yang menggunakan internet pada era itu. Biaya internet kala itu juga masih tergolong mahal, pun kualitas jaringannya masih belum terlalu baik seperti sekarang.
Barulah di tahun 2008 aku mulai banyak berselancar di internet dan menemukan berbagai informasi tentang perkeretaapian di internet, di tahun 2009 aku mulai banyak berbagi informasi tentang perkeretaapian di daerahku dan dari situ aku mulai banyak berinteraksi dengan para Railfan lainnya diluaran sana.
Sudah adakah Railfan di Tegal pada saat itu?
Dua tahun kemudian di tahun 2010an (ya kira-kira tahun segitu) melalui forum Semboyan35.com, sebuah forum Railfans Indonesia di internet aku menemukan seorang yang rupanya seorang Railfan juga yang berasal dari Sumurpanggang, Kota Tegal. Tentu mungkin itu hanya segelintir Railfan yang kukenali di tahun itu, selain itu masih ada Railfan-railfan lain dari Tegal.
Sumurpanggang menjadi tempat yang tidak asing lagi bagiku selama menjadi railfan, walapun sebenarnya secara administratif sekarang ini tidak ada wilayah kelurahan Sumurpanggang yang dilalui jalur Kereta Api, kalau jalan raya dan terminal bus memang benar terletak di Sumurppanggang. Tetapi setidaknya ‘masyarakat Railfan’ menyebut kawasan rel kereta api di sisi timur jembatan Sungai Kemiri (petak rel TG-BB, Bangunan Hikmat -BH- 767) sampai dengan PJL 263 Sibandaran sebagai kawasan spot hunting Sumurpanggang.
Ya sebenarnya tidak sepenuhnya salah juga, karena dahulu sebelum tahun 1986 wilayah yang sekarang dikenal oleh para Railfan itu memang pernah menjadi bagian dari wilayah administratif kecamatan Sumurpanggang. Sebelum akhirnya kecamatan Sumurpanggang itu dihapus, dan hanya menjadi sebuah kelurahan pasca masuk kedalam wilayah administratif pemerintahan Kota Tegal (dahulu sebelum tahun 1986 ikut wilayah Kabupaten Tegal).
Dahulu memang pernah ada Stasiun Sumurpanggang (kode stasiun : SMU) yang terletak di Km 153+500 pada era kepemilikan jalur S.C.S (Samarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij) sebuah perusahaan perkeretaapian swasta di era kolonial Belanda. Jalur SCS ini membentang dari stasiun SemarangPoncol (SMC) sampai dengan stasiun CirebonPrujakan (CNP) hingga sekarang jalurnya masih dipergunakan (hanya ada beberapa jalur saja yang tidak aktif, yaitu di lintasan Stasiun Kendal kota). Dahulu kantor markas perusahaan SCS ini berada di Kota Tegal, bekas bangunan kantornya masih berdiri megah sampai sekarang, bangunannya sekarang lebih dikenal dengan sebutan Gedung Lawang Satus (Bahasa Indonesia : gedung pintu seratus) yang berlokasi tidak jauh dari Stasiun besar Tegal.
Sampai dengan sekarang ada beberapa perkumpulan atau komunitas Railfan di Tegal, baik itu komunitas lokal yang berdiri sendiri atas nama ‘Tegal’ ataupun bagian dari komunitas lain yang cakupannya luas yang anggotanya berdomisili atau berasal dari Tegal. Aku sendiri cenderung tidak aktif berada di komunitas-komunitas manapun alias railfan independen yang tidak terikat dengan komunitas manapun. Keep netral Hehehe…
Spot-spot photograpi Railfanning yang menarik di Tegal dimana saja?
Bagiku semua spot sama, yang terpenting bisa menempatkan angel momen yang bagus, unik, khas, dan estetika tersendiri.
Leave a Reply