Cerita singkat seputar mengikuti perayaan Misa Suro di gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Tegal.
Hari Senin sore tanggal tanggal 01 Agustus 2022 aku menghadiri perayaan Misa Suro (misa tahun baru Jawa), misa ini merupakan misa inkulturatif budaya Jawa dengan Gereja Katolik. Inti utama dari perayaan ekaristi (misa) ini adalah sebagai ucapan syukur atas segala penyertaan Tuhan, rejeki dan juga berkat hidup. Gereja Katolik terbuka dengan budaya-budaya lokal yang dinilai arif dan tidak bertentangan dengan iman Katolik, contohnya adalah misa Suro ini, sebuah kebudayaan suku Jawa yang ‘diadopsi’ dalam perayaan ekaristi dalam Gereja Katolik.

Bahasa yang digunakan pada sepanjang perayaan ekaristi menggunakan bahasa Jawa krama inggil (bahasa Jawa ‘halus’) termasuk pada bacaan liturgi dan nyanyian liturgi. Bagi umat yang kurang menguasai bahasa Jawa krama inggil maka disediakan tanyangan slide panduan oleh team multimedia.
Pada acara misa Suro kali ini jumlah umat yang hadir cukup banyak, mengingat ini adalah parayaan misa Suro yang diselenggarakan kembali setelah sekitar 3 kali Suro ‘absen’ diadakan karena situasi pandemi yang kala itu sempat melanda. Romo (pastor) yang bertugas pada misa Suro kali ini adalah ; Rm. Ag. Dwiantoro Pr (sebagai selebran utama), Rm. Markus Juhas Irawan Pr, Rm. Carolus Andi Setiawan Pr, dan Rm. Yusuf Widiarko Pr. Petugas koor yang bertugas adalah dari lingkungan Albertus Magnus.
Setelah selesai misa diadakan ramah-tamah di halaman pastoran. Ada persembahan makanan tumpeng (hidangan nasi beserta lauk pauk yang dibentuk sedemikian rupa membentuk kerucut) yang dialasi dengan tampah (wadah datar bundar dari anyaman bambu), yang dihidangkan secara bersama-sama untuk umat yang hadir. Nasi tumpeng tersebut berasal dari perwakilan lingkungan-lingkungan yang tadi telah ‘dipersembahkan’ pada saat misa. Juga ada jajanan-jajanan lain yang turut dihidangkan, juga tak lupa minuman (teh, kopi, jahe) dihidangkan untuk semua yang hadir.
Misa Suro,
sebuah harmoni budaya Jawa dan Gereja Katolik.
Sembari menyantap makan, juga ada suguhan panggung hiburan sedernaha untuk umat. Acara selesai pada sekitar pukul 21:30.
Leave a Reply