Pangset merupakan sebuah wilayah ‘blok’ yang berada di kelurahan Sumurpanggang, kecamatan Margadana, Kota Tegal – Jawa Tengah.
Tidak diketahui secara pasti asal muasal dari terbentuknya wilayah Pangset yang berada di pojok sebelah tenggara desa (sekarang kelurahan) Sumurpanggang ini. Yang pasti wilayah ini sudah tercantum di peta kuno (1918) buatan Belanda ketika Indonesia belum merdeka (era jaman kolonial Belanda). Dalam peta kuno tersebut tercatat nama sebuah daerah yang ditulis dengan nama Pangset.
Dalam peta kuno yang sekarang disimpan di Universitas Leiden Belanda ini, Pangset wilayahnya terletak di area Soemoerpanggang (pengejaan lama untuk nama Sumurpanggang) berada diantara jalan pos Daendels (cikal bakal jalur Pantura Jawa) dengan jalur Kereta Api milik perusahaan maskapai perkeretaapian swasta Hindia Belanda bernama Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (disingkat S.C.S) atau yang sekarang menjadi jalur Kereta Api milik PT.KAI petak jalan rel TG-BB Daerah Operasional (DAOP) 3 CN.
Dahulu ketika daerah Sumurpanggang masih masuk administratif Kabupaten Tegal (sampai dengan tahun 1986) daerah ini statusnya sering disebut sebagai pedukuhan (dusun). Wilayah Pangset ini kini masuk ke dalam wilayah Rukun Warga (RW) 01 kelurahan Sumurpanggang.
Batas-batas dari wilayah Pangset meliputi :
- Sebelah utara : Jalan Raya Dr.Cipto Mangunkusumo (Pantura) depan Terminal Bus Kota Tegal.
- Sebelah timur : Jalan Sibandaran (Jl. Gatot Subroto).
- Sebelah barat : bantaran sungai Kemiri.
- Sebelah selatan : sekitar 200 meter sebelum rel Kereta Api.
Sekitar waktu antara tahun ’80an – ’90an wilayah Pangset ini secara tidak resmi terbagi menjadi dua wilayah, yakni Pangset Lor (dikenal juga dengan sebutan ‘Pangset’ saja) dan Pangset Kidul. Batas-batas antara Pangset Lor dan Pangset Kidul juga tidak begitu jelas, biasanya yang menjadi patokan adalah SMP Negeri 17 Tegal, sebelah selatan masuk wilayah Pangset Kidul.
Mata pencaharian masyarakat Pangset didominasi oleh para pedagang, sedangkan untuk masyarakat Pangset Kidul sebagian besar petani dan peternak (ternak itik bebek). Di Pangset Kidul ada beberapa masyarakat yang menjual makanan khas Tegal, yaitu Kupat Blengong, ketupat dengan variasi daging blengong yang disertai dengan kuah kental yang khas (blengong merupakan ternak hasil persilangan genetika dari bebek).
Penulis dahulu pernah bermukim di daerah Pangset Kidul selama sekitar 4 tahun lamanya (kurun waktu tahun 1998-2002). Suasananya kala itu cukup tenang dan damai, masyarakatnya cukup ramah dan humanis.
Akses dari Pangset ke wilayah pusat kota termasuk sangat mudah karena terdapat jalan desa (Jl. Banyuwangi) yang terhubung dengan jalan raya.
Keterangan :
Sumber referensi peta kuno koleksi Leiden University Libraries versi digital dapat merujuk ke https://digitalcollections.universiteitleiden.nl
Leave a Reply