Saya rasa tidak perlu dijelaskan apa itu gorengan. Saya yakin kalian sudah paham. Karena saya juga paham tetapi susah untuk mendeskripsikan apa arti gorengan kedalam deretan kalimat hehehe. Ya, gorengan disini maksudnya ya gorengan-gorengan yang lazim dijual pada umumnya.
Kalau saya sih, suka dengan aneka gorengan terutama gorengan yang berbahan dasar tepung tapioka (bahasa Jawa menyebutnya tepung ‘aci’). Cireng -aci yang goreng- menjadi gorengan favorit saya, naik level ke tingkat ‘harga’ yang lebih tinggi saya menyukai Tahu Aci.
Tahu Aci merupakan jajanan gorengan yang terbuat dari tahu, tahu tersebut dipotong menjadi dua bagian, cara memotongnya dipotong dengan menyilang ‘tirus’ sehingga masing-masing bagian memiliki bentuk segi tiga, kemudian di bagian sisi miring segitinganya diberi adonan berbentuk pasta dari campuran tepung tapioka dan bahan-bahan rempah lain (saya gak tau detail bahan-bahan rempahnya hehehe) dan digoreng. Tahu Aci makanan khas Tegal, sepanjang yang saya tahu tidak mudah dijumpai di tempat lain atau barangkali ada di tempat lain tapi citarasanya berbeda dengan Tahu Aci yang dijual di Tegal.
Oya, jangan lupakan juga sukun goreng ya, saya suka makan sukun goreng.
Penyajian lebih nikmat apabila gorengan disajikan dalam keadaan panas dan di selingi cabe rawit. Ah pasti mantap, tapi ingat kolesterol jadi jangan banyak-banyak ya, ingat.
Lalu, kenapa saya mengkampanyekan Ayo beli gorengan?
Jawabannya, saya tidak mengkampanyekan makan gorengan, sebagaimana negara memgkampanyekan masyarakat Ayo gemar makan ikan hehehehe.
Ungkapan itu sebetulnya bukan dalamrangka mengkampanyekan makan gorengan, ungkapan itu muncul secara frontal dan spontan saja dikarenakan sekarang ini minyak goreng menjadi barang mewah.
Minyak goreng mulai langka dan sulit didapatkan sekitar kurun waktu dua bulan (atau mungkin tiga atau empat bulan, saya agak lupa) belakangan ini. Harganyapun menjadi mahal, untuk mengendalikan harga minyak goreng yang kian melambung tinggi akibat kelangkaan, pemerintah mulai membuat semacam regulasi dan subsidi agar supaya harganya masih bisa dijangkau oleh masyarakat.
Pada bulan Januari 2022 (saya lupa tanggalnya), pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah sebesar Rp.14.000,- /liter.
Tetapi kini dikemudian hari* pemerintah mencabut subsidi dan harganya dikembalikan kepada harga pasaran.
*16 Maret 2022.
Tentu ini bikin tepok jidat masyarakat, subsidi harga minyak goreng dicabut, harga minyak goreng curah menjadi naik dipasaran, bahkan akan lebih melambung tinggi dari harga awal sebelum disubsidi pemerintah.
Di beberapa supermarket dan swalayan di Kota Tegal harga minyak goreng curah ada yang dijual seharga Rp.50.000,- per kemasan pouch (isi 2 liter). Waduhhh
Lanjut kembali ke soalan kampanye makan gorengan tadi. Apakah harga gorengan juga akan menyesuaikan? Saya tidak tahu hehehe.
Tadi saya membeli gorengan, harga masih seperti biasa kok hehehe
Leave a Reply