Sumurpanggang merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah. Secara resminya karena berbentuk kelurahan, maka penyebutan resminya adalah kelurahan Sumurpanggang (bukan desa).
Lalu ada apa saja tempat-tempat yang ‘terkenal’ dan mungkin beberapa diantaranya dianggap tempat vital yang berada di Sumurpanggang?
Terminal Tegal. (Terminal tipe A Kota Tegal). Letaknya berada di Jalur Pantura Jalan Raya Dr.Cipto Mangunkusumo, Kota Tegal. Terminal ini merupakan terminal induk di Kota Tegal. Terminal ini merupakan terminal pindahan dari terminal sebelumnya (maka dari itu pada awal-awal berdiri terminal ini sering disebut juga ‘terminal baru’).
Terminal Tegal sebelumnya berada di Jl. Mayjend Soetoyo, dekat perempatan Maya, Kota Tegal. Sekarang tempat bekas lokasi bangunan terminal Tegal ‘lama’ tersebut kini berubah menjadi Pasific Mall. Barulah sekitar tahun 1997, terminal Tegal pindah ke sebuah tempat di daerah Sumurpanggang di Jl. Dr.Cipto Mangunkusumo tepatnya sebelah timur persis Sungai Kemiri dengan menempati kompleks bangunan baru yang lebih besar dan luas.
Terminal Tegal melayani perjalanan transportasi bus dari Tegal dengan tujuan antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) baik dalam pulau maupun antar pulau (Sumatera, Bali, Lombok).
Selain terminal bus Tegal, di Sumurpanggang juga terdapat beberapa tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi yaitu Pasar Sumurpanggang, sebuah pasar tradional yang masih eksis di era sekarang.
Pasar Sumurpanggang merupakan sebuah pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kota Tegal. Keberadaan Pasar Sumurpanggang sebenarnya memiliki jejak sejarah yang cukup panjang sejak era kolonial Hindia Belanda, yang dahulu hanya bermula dari sebuah stopplaats (tempat pemberntian kereta kuda, shelter kuda).
Pembangunan jalan Daendels yang merupakan cikal bakal Jalur Pantura cukup membawa pengaruh geliat ekonomin di era itu, termasuk di Sumurpanggang yang mana di Sumurpanggang juga di jadikan sebagai tempat singgah kereta kuda yang melintasi jalan raya Daendels pada waktu itu. Mulanya hanya sebagai tempat persinggahan kereta kuda kemudian berlanjut menjadi tempat bongkar muat barang dari daerah-daerah di selatan Sumurpanggang seperti Keturen, Tunon, Kalinyamat, Dukuhturi dan lain-lain disekitarnya yang kemudian diangkut menggunakan kereta kuda di Sumurpanggang ke dearah-daerah diluar Tegal. Tempat tersebut juga lama-kelamaan cukup ramai sehingga memungkinkan masyarakat pribumi sekitar yang berdagang hasil bumi di tempat tersebut.
Tidak tahu kapan persisnya tempat tersebut berubah menjadi sebuah pasar. Di tahun 1918 di sebuah peta kuno terbitan pemerintah kolonial Belanda tempat tersebut sudah tercatat sebagai Pasar Soemoerpanggang.*
Bangunan pasar Sumurpanggang telah beberapa kali direnovasi. Diantaranya tahun 2000-2001 (renovasi besar-besaran, pembangunan kantor dan kios-kios), dan juga pertengahan bulan Agustus sampai akhir Desember 2014 (perombakan kanopi atap bangunan pasar). Pada Agustus 2014 selama renovasi, para pedagang dialihkan sementara ke barak-barak non permanen yang ditempatkan di Lapangan Sumurpanggang untuk sementara waktu.
Sebagai bekas daerah Kecamatan Sumurpanggang (sebelum tahun 1986), berapa tempat penting lain yang berada di kelurahan Sumurpanggang diantaranya ;
Lapangan olahraga Sumurpanggang,
Puskesmas Sumurpanggang,
Polsek Sumurpanggang,
Bank BRI Sumurpanggang,
Radio jaringan Elshinta (Tegal 99,9 FM), yang terletak di Jalan Ki Hadjar Dewantara, gang Pacitan RT01/RW02 Sumurpanggang, Kota Tegal.
Itulah beberapa tempat-tempat penting yang berada di Sumurpanggang, selain diatas tentu masih ada tempat-tempat meranik lainnya di Sumurpanggang.
keterangan : * nama Pasar Soemoerpanggang mengacu kepada nama tempat yang disebutkan dalam peta kuno terbitan 1918, koleksi peta kuno tersebut sekarang disimpan di Universitas Leiden Belanda. Peta versi digitalnya dapat disimak di https://digitalcollections.universiteitleiden.nl
Leave a Reply