Putri … gadis belia yang baru melek,
jadi liar karna ingin keren,
dan dibilang trendy.
Ada yang tahu sepenggal lirik lagu diatas?
Ya, lagu itu merupakan lagu yang berjudul “Putri” yang dicipta oleh musisi Azis M.S. dari group band Jamrud, terdapat di album yang berjudul sama, “Putri” yang dirilis di tahun 1997.
Dirilis oleh Logiss Records, sebuah label rekaman yang mengkhususkan diri menaungi band-band cadas di Indonesia.
Logiss Records didirikan oleh Log Zhelebour (promotor dan produser kawakan musik rock) dan oleh Iwan Sutadi Sidartha (dari Indo Semar Sakti dan Billboard Records).
Nama Logiss Records sendiri merupakan akronim dari gabungan nama pendirinya, LOG (sapaan akrab Log Zhelebour) dan ISS (Iwan Sutadi Sidartha).
Nama Logiss Records sebenarnya sudah familiar bagi penggemar dan pegiat musik rock di Indonesia terutama di era kurun waktu dekade tahun ’80an akhir, ’90an, dan tahun 2000an awal.
Ratusan album kaset sudah dirilis oleh perusahaan yang berbadan hukum PT. Logiss Kreasi Murni ini sebagai pemilik merk ‘dagang’ Logiss Record.
Beberapa artis ‘penghuni’ Loggis Records, antara lain : Jamrud, Boomerang, Power Metal, God Bless, Elpamas, Kobe dan band-band cadas lainnya. Selain band terdapat juga penyanyi solois wanita Nicky Astria yang tercatat pernah bergabung.
Popularitas Logiss Records sebagai perusahaan rekaman rilisan phisik musik rock patut diacungi jempol bahkan nyaris tiada lawan.
Puncaknya pada tahun 2000 lewat rilisan album Jamrud – Ningrat, Logiss Records mampu menjualnya sebanyak sekitar 2 juta copy dalam waktu kurang dari dua tahun sejak album itu dirilis.
Log Zhelebour dengan dengan dukungan sponsor besar (terutama perusahaan rokok) kerap mengadakan Festival Rock Indonesia (audisi band-band cadas). Band-band peserta yang lolos ke babak penyisihan berkesempatan untuk ikut rekaman album kompilasi Festival Rock Se-Indonesia.
Dalam tiap pagelaran Festival Rock Indonesia tiap-tiap band yang lolos babak penyisihan diberi kesempatan oleh Log Zhelebour untuk ikut rekaman satu lagu ke dalam album kompilasi Festival Rock Indonesia. Untuk juara utama dalam Festival Rock Indonesia tersebut di beri kesempatan untuk kontrak rekaman album yang dipromotori Log Zhelebour.
Tercatat sampai saat ini ada 11 kali Festival Rock yang diadakan oleh Log Zhelebour dari kurun waktu tahun 1984 sampai tahun 2007. Sebagian besar album kompilasi tiap perayaan Festival Rock Se-indonesia itu dirilis secara fisik (kaset) melalui Logiss Records.
Namun sayang di tahun 2017, Logiss Records dinyatakan bubar akibat pecah kongsi pemiliknya (antara Log Zhelebour dan rekan partnernya).
Namun, Log Zhelebour tetap masih ingin mempertahankan kiprah label rekaman itu. Nama Logis Music akhirnya dipilih oleh Log Zhelebour untuk menjadi penerusnya, tentu kini dengan nama baru itu Log Zhelebour kini ‘berjalan sendiri’ tanpa partner.
Untuk memanageri bisnisnya, Log Zhelebour kini mendirikan PT. Logis Kreatif Publisherindo yang dibentuk olehnya untuk mengelola label Logis Music, Log Sound (divisi persewaan sound system) dan Log Stage – Lighting (divisi panggung berserta tata lampu pencahayaan).
Kini album-album rilisan Logis Music (dan juga album-album di era Logiss Records) bisa dinikmati di perangkat digital seperti, Spotify, Joox, dan platform musik digital lainnya.
Keep in rock never die !!!
Leave a Reply