Bermain Petasan dan Kembang Api

Lebaran selain identik dengan ketupat (daluhu) juga identik dengan kembang api dan petasan serta turunannya.

Petasan dan kembang api dahulu sangat populer di hari Lebaran. Dentuman bunyi petasan saling sahut-sahutan menggema. Apalagi di lingkungan pedesaan nuansa ini sangat terasa banget.

Sementara di lingkungan perumahan, daerah perkotaan kembang api lebih populer. Kembang api sangat digemari anak-anak, meskipun sebenarnya dapat berbahaya jika dalam menyalakan kembang api tidak didampingi orang dewasa.

Bermain petasan dan kembang api sebenarnya bisa berbahaya jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Bermain petasan lebih berbahaya lagi karena daya ledak petasan bisa melukai orang, bunyi petasan juga dapat menggangu orang lain karena suara dentumannya cukup memekakan telinga.

Petasan atau pun juga dalam sebutan lain mercon dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan daya ledaknya. Jenis petasan berdasarkan daya ledaknya dapat dikelomopokan kedalam petasan daya ledak rendah, petasan daya ledak sedang, petasan daya ledak tinggi.

Jenis petasan daya ledak sedang dan daya ledak tinggi sangat berbahaya, tidak dianjurkan untuk anak-anak.

Karena secara umum dapat membahayakan, maka di beberapa daerah di Indonesia melarang keberadaan petasan. Larangan ini bukan tanpa sebab, karena ledakan dan bunyi petasan dapat menggang ketertiban umum apalagi di daerah perkotaan.

Kembang api juga berbahaya karena percikan kembang api dapat melukai orang dan dapat pula menimbulkan kebakaran benda lain karena percikan kembang api. Karena sebab itu pulalah di beberapa daerah di Indonesia keberadaan dan peredaran kembang api juga dibatasi.

Sejak jaman dahulu bermain petasan, mercon, kembang api memang mengasikan bahkan sangat mengasikan sekali, sekalipun dapat berbahaya jika kita tidak hati-hati dalam menyalakan kembang api karena dapat menimbulkan kebakaran.

jaman dahulu di desa-desa banyak yang menyalakan petasan.

Di daerah Jawa ada sebuah ‘tradisi’ menyalakan petasan yang dirangkai dalam satu rangkaian sumbu petasan yang terdiri dari banyak petasan dari mulai puluhan sampai ratusan petasan, panjang rangkaian petasannya bisa 1 meter lebih. Tradisi menyalakan petasan model dirangkai seperti ini di daerah Tegal – Jawa Tengah sering disebut dengan ‘mbregodog mercon’.

Ya, jaman dahulu bermain petasan memang mengasikan karena bisa mengisi waktu Lebaran sebagai hiburan.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*