Tradisi Mudik

Musim mudik telah tiba. Apa yang ada dibenak kalian tentang Mudik.

Ya, Mudik bisa dibilang merupakan sebuah kegiatan para perantau yang pulang ke daerah asalnya, kampung halaman dalamrangka untuk bertemu orang tua beserta sanak-saudara.

Mudik identik dengan Lebaran, karena ini merupakan hal yang sudah menjadi rutinitas tahunan orang perantauan (pekerja, mahasiswa, siswa) yang tinggal diluar kita ketika menjelang Lebaran akan pulang ke daerah asalnya masing-masing.

Mudik sepertinya sudah bisa dibilang sebagai tradisi.

Banyaknya para pemudik membuat kepadatan lalulintas di jalan raya yang dilalui para pemudik dari rantau menuju ke daerah asal menjadi penuh sesak pemudik.

Jalur pantai utara Jawa (Pantura) misalnya, jalur ini tiap tahunnya selalu dilewati oleh para pemudik, volume kendaraan selama musim arus mudik melonjak tajam. Banyak terjadi kemacetan dimana-mana sepanjang jalur Pantura.

Moda transportasi yang dipakai para pemudik pun beragam, diantaranya ; bus, kereta api, kapal laut dan kendaraan pribadi (mobil, motor).

Jarak tempuh yang cukup jauh memerlukan ekstra kehati-hatian yang tinggi bagi para pengendara yang mudik. Mereka yang mengemudikan kendaraan (mobil, motor) ketika mudik disarankan memiliki stamina yang fit.

Kemacetan lalulintas dijalan sewaktu mudik sangat wajar terjadi, terutama pada hari-hari puncak arus mudik tiba.

Bahkan hal yang diingat ketika kita mudik diantaranya adalah ; masalah kemacetan yang luar biasa dan juga ditambah dengan jarak tempuh yang jauh. Bisa dibayangkan macet berdesak-desakan dan jarak yang cukup jauh.

Namun begitu, rasa-rasa itu terbayar sudah ketika kita sudah sampai ke tempat tujuan ketika bertemu dengan keluarga di kampung halaman.

Mudik itu sebenarnya menyenangkan. Karena disaat mudik kita merasakan momentum-momentum dalam mudik yang berkesan.

Berikut tips umum sebelum mudik :

  • Sebelum mudik pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit.
  • Periksa dan yakinkan aman barang-barang anda aman saat ditinggal mudik.
  • Bawa perbekalan yang secukupnya.
  • Periksa kondisi kendaraan, pastikan dalam keadaan layak jalan.
  • Hindari membawa barang yang berlebihan saat mudik.

Tips mudik naik angkutan umum (kereta api, bus, kapal laut) :

  • Pesan tiket jauh-jauh hari sebelum hari H keberangkatan untuk ketersediaan tempat duduk.
  • Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.
  • Bawa barang secukupnya dan seperlunya.
  • Jika membawa barang dalam jumlah banyak sebaiknya diikutkan saja dengan jasa ekspedisi/paket tambahan.

Tips mudik menggunakan kendaraan pribadi, mobil :

  • Cek kondisi mobil secara umum, pastikan dalam kondisi layak jalan. Silahkan bisa konsultasi dengan bengkel jika memang diperlukan.
  • Cek indikator sistem pelumasan (oli mesin, minyak rem,) pastikan dalam kondisi ambang batas yang sarankan.
  • Cek indikator sistem perairan (radiator, air wiper kaca, air accu) pastikan dalam kondisi ambang batas yang disarankan.
  • Cek kondisi ban, tekanan angin ban, pastikan sesuai dengan anjuran pada buku petunjuk.
  • Cek kondisi mobil, pastikan semua komponen berfungsi sebagaimana mestinya (lampu-lampu, pedal-pedal).
  • Jaga kondisi kebersihan mobil agar nyaman.

Tips mudik menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor :

  • Cek kondisi sepeda motor secara umum dan pastikan dalam kondisi layak jalan. Cek ke bengkel kalau dirasa perlu.
  • Cek kelistrikan kendaraan (lampu-lampu) pastikan semuanya berfungsi dengan baik.
  • Cek kondisi ban dan pastikan dalam keadaan tekanan angin yang sesuai.
  • Pastikan kondisi isi tangki bahan bakar dalam keadaan mencukupi, karena kita tidak tahu secara persisnya lokasi-lokasi tempat pengisian bahan bakar kendaraan selama di jalur mudik.
  • Tidak disarankan mengangkut penumpang melebihi kapasitas dan tidak membawa barang yang terlalu banyak.

Mudik aman, nyaman, menyenangkan.
Selamat mudik.
Semoga selamat dijalan.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*