Bernostalgia dengan Minyak Urang Aring

Halo teman teman, berjumpa lagi di hari ini Jumat 01 Juni 2018 bertepatan dengan hari libur nasional, peringatan hari lahir Pancasila.

Kali ini saya membahas tentang minyak urang aring, ya, minyak urang aring. Mungkin kalian yang lahir di generasi tahun 90-an paham dengan minyak rambut ini. Minyak urang aring selain dikenal sebagai kosmetik untuk menata rambut juga dikenal karena mampu menghitamkan rambut dan menyuburkan pertumbuhan rambut.

Minyak Urang Aring

Saya sudah tidak asing lagi dengan minyak urang aring ini, karena saya sendiri dulu waktu kecil pas SD sampai SMA sudah memakai minyak urang aring setiap hari dan memang hasilnya tidak mengecewakan. Semenjak SMA kira-kira kelas 1 atau kelas 2 saya sudah mulai tidak menggunakan minyak urang aring ini dikarenakan sudah sulit di temukan lagi di pasaran karena sudah mulai jarang pemakaiannya, jadul ketiggalan jaman, kurang praktis dan juga sudah mulai tergeser dengan kosmetik rambut yang lebih modern lagi.

Walaupun jadul dan nampak sudah kurang diminati lagi oleh orang jaman now, ternyata minyak urang aring ini sekarang masih eksis lho guys. Tapi ya memang sudah jarang yang memakainya karena sekarang orang cenderung banyak lebih memilih produk kosmetik rambut yang lebih modern.

Kemasan minyak urang aring ini dulu terbilang cukup unik dan berciri khas. Kemasannya menggunakan botol kaca beling berbentuk lonjong dengan sisi-sisi samping bergelombang. Dan juga kemasan luar botolnya dibungkus dengan plastik bening serta dilengkapi dengan pita sebagai segel.

Namun sayangnya kini kemasan tersebut sudah tidak ada lagi atau jarang diproduksi lagi oleh perusahaan produsen minyak urang aring, kini mereka menggantinya dengan botol yang bentuknya serupa namun material bahan botonya bukan lagi kaca melainkan plastik (botol pet), Dan sekarang kemasannya yang menggunakan botol plastik segelnya bukan lagi menggunakan pita, melainkan menggunakan plastik press.

Dulu minyak urang aring ini cukup populer banget lho. Beberapa merk minyak urang aring yang terkenal antara lain ; Lilas, Fora, Niagara.

Secara umum komposisi minyak urang aring yang di produksi perusahaan-perusaan tersebut adalah terdiri dari bahan bahan berikut ;
Paraffin Liquid,
Ekstrak urang aring (biasanya berkisar sekitar 5 persen),
Ospiritso Green,
Butyl Hidroksi Toluena (bahan antioksidan untuk mencegah minyak menjadi tengik),
Fragnance (parfum aroma urang aring).

Minyak UrangAring

Oh ya, harga minyak urang aring kini berkisar antara Rp.5000,- sampai Rp.15.000,- (harga pantauan terkini di Pulau Jawa) tergantung merk dan isi kemasannya. Walau kini jarang ada, tetapi minyak urang aring ini bisa kita jumpai di pasar-pasar atau toko-toko kelontong disekitar kita.

Minyak Urang-Aring

Kelebihan minyak urang aring ini adalah mampu menghitamkan rambut dan menyuburkan rambut serta tentunya memudahkan rambut untuk ditata atau disisir. Cuma kelemahannya adalah karena dibuat dari bahan dasar ‘minyak’ maka terkadang minyaknya membasahi kening atau wajah pemakai, juga selama kita tidur rambut kita membekas minyak pada selimut atau bantal tempat tidur.

Kini saya mencoba menggunakan kembali minyak urang aring ini, sekalian bernostalgia masa-masa kecil dahulu.

Bagaimana, apakah teman-teman tertarik memakai minyak urang aring ? Silahkan boleh dicoba ya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*